Posted by: fayday | April 24, 2008

Kurma, Antara Islam Dan Ilmu Pengetahuan

Kurma memiliki nilai dan kedudukan khusus dalam Islam, dan semua perhatian manusia tentang keutamaan kurma terfokus pada dua hal ini, dan ketika semakin mendalam pembahasan dan penelitian terhadap kurma, maka anda akan menemukan bahwa kurma memang layak untuk mendapatkan kedudukan dan keistimewaan ini. Dan ini adalah nikmat yang agung yang Allah muliakan kita dengannya dalam deretan nikmat-nikmat lain yang tiada terhitung. Allah berfirman:

Dan kami memberikan kepada kalian semua apa yang kalian minta; dan andai kalian menghitung-hitung nikmat Allah pastilah kalian tidak bisa mendatanya, sesungguhnya manusia benar-benar dhalim dan sangat ingkar (Q.S. Ibrahim: 34)

Allah juga berfirman:

Dan ditumbuhkan untuk kalian di bumi ini tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan semua buah-buahan. Sesungguhnya yang demikian benar-benar menjadi tanda-tanda kebesaran Kami bagi kaum yang mau berfikir (Q.S. An-Nahl: 11).

Berdasarkan penelitian yang sudah banyak dilakukan terhadap kurma, ditegaskan bahwa bahwa kurma mengandung sejumlah unsur penting bagi tubuh, akan tetapi sebagian orang tidak mengetahui hal itu, kecuali sedikit saja. Berdasarkan konfigurasi yang bersumber dari ilmu pengetahuan, wawasan yang bisa dicapai di zaman kiwari, aku tercengang dan terhenyak ketika membaca hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tentang rahasia yang terkandung dalam kurma, dimana Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

Jika salah seorang diantara kalian hendak berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab ia berkah, jika tidak ada kurma maka dengan air sebab ia bersih dn suci. (HR. Tirmidzi)
Baca Lanjutannya…

Posted by: fayday | April 24, 2008

Sari Kurma Meningkatkan Trombosit saat DBD

Bulan Maret yang lalu saya terkena DBD dan typhus dalam waktu bersamaan. dan kejadian tersebut tepat 1 tahun sejak saya terkena DBD (Maret 2007). Dan sama seperti tahun yang lalu, saya rajin mengkonsumsi sari kurma untuk mempercepat recovery kesehatan saya dan menaikkan trombosit saya. Akhirnya trombosit terendah saya 122rb selama 7 hari sakit DBD, terhitung mulai demam hari pertama.

Setahun lalu yang lalu saya menderita penyakit DBD dan dirawat di rumah sakit. Kebetulan saat itu banyak sekali pasien DBD — maklum, saya tinggal di jakarta Timur yang termasuk daerah rawan DBD. Di ruang rawat tersebut ada 3 orang yang sakit DBD. Saya dan Pasien sebelah saya mengandalkan Pocari Sweat, sedangkan Pasien diseberang bed saya mengandalkan angkak. Tapi keadaan tidak menjadi baik, bahkan trombosit saya turun hingga 39rb (paling rendah diantara ketiga pesakitan di kamar tersebut). Pada kondisi ini badan sudah seperti melayang dan kepala berputar2putar pening. Darah saya diambil sehari 2 kali (sudah seperti minum obat saja) dan dokterpun sudah memberi tahu kalau keadaan seperti ini terus, maka saya harus transfusi. Transfusi..? saya sungguh takut dengan kata2 medis seperti ini jangankan ditransfusi–di suntikpun saya takut melihat jarumnya.

Alhamdulillah, pertolongan Allah datang juga lewat teman kerja saya. Saat itu teman2 kerja menjenguk saya dan mereka membawa kurma Tunisia (kurma yang masih bertangkai dan segar). Salah satu teman saya — Yorga — bilang,”coba kurma ini dijus saja, katanya bisa menaikkan trombosit dan menambah tenaga, tapi saya juga belum pernah coba dan belum banyak yang coba.”
Baca Lanjutannya…

Posted by: fayday | April 1, 2008

Rezeki kita

Definisi Rezeki

Bulan Maret 2008 ini keluarga saya mendapatkan cobaan tentang sakit. Pada awal Maret saya sakit dan harus rawat inap 5 hari karena sakit demam berdarah dan typhus. Pada minggu ke-3 anak saya yang pertama sakit demam berdarah juga dan harus rawat inap selama 4 hari. Dan 3 hari setelah anak pertama saya keluar dari RS, anak saya yang ke-2 masuk RS karena radang paru dan menginap selama 3 hari. Alhamdulillah, saya dicover asuransi dari perusahaan dan ”hanya keluar uang” sedikit, sekedar untuk selisih kamar. Dan setelah pulang, saya harus merevisi kembali arti rezeki yang selama ini saya pahami.
Dulu saya menganggap rezeki adalah nikmat yang diberikan Allah berupa benda yang dapat kita gunakan atau manfaatkan agar kehidupan kita lebih baik. Rezeki berupa uang, pemberian makanan, barang dan sejenisnya, tetapi semua hal ini sangat tidak sesuai dengan kejadian saya dibulan ini. Uang yang harus saya keluarkan jika tidak di-cover oleh asuransi lebih dari Rp. 10jt, angka yang berkali lipat gaji saya, tetapi dengan adanya asuransi saya tidak kehilangan uang sampai jutaan –itulah rezeki–.

Jadi rezeki menurut saya (sekarang ini) adalah nikmat Allah yang diberikan kepada kita hingga tidak mengurangi nikmat kita (sebelumnya) – ini definisi menurut saya sendiri lho ya..Jadi saya benar2 harus bersyukur banyak hal dalam kasus saya, dan dari sekian banyak rezeki yang berhubungan dengan sakitnya keluarga saya, beberapa titik rezeki yang bisa saya hitung dan contohkan adalah :

Posted by: fayday | Maret 27, 2008

Merencanakan Masa Depan Kita

Jika kita menyempatkan diri pergi ke toko buku, cobalah anda melihat deretan buku apa yang paling laris diantara buku motivasi, pastilah hanya sekitar manajemen keuangan, bagaimana cepat menjadi kaya, bagaimana sukses menjadi pengusaha, bagaimana investasi uang yang aman, bagaimana membangun karis yang cemerlang dan sejenisnya. Atau jika kita agak menurunkan peringkat kelarisan buku motivasi, yang akan kita temukan adalah buku bertema membangun keluarga bahagia, merencakan masa depan setelah pensiun dan sebagainya. Buku2 tersebut sangat laris dan memang sangat berguna bagi kita –terutama saya – walaupun jika kita cermati semuanya berpangkal pada perencanaan hidup kita dilihat dari ke-duniawi-an. Yang kadang saya bingung-kan adalah apakah tidak ada buku yang membahas tentang perencanaan kita masalah akhirat, tentu buku2 itu ada tetapi tidak diberi tema atau judul khusus untuk itu. Pembahasan tentang spiritual biasanya terpisah dari buku yang membahas masalah perencanaan duniawi.

Tidak ketinggalan, sayapun sudah merencanakan kehidupan saya walaupun tidak secara detail.
Contohnya,

  • saya dulu mentargetkan bisa masuk Teknik Elektro UGM dan alhamdulillah planning saya tercapai walaupun lulusnya susah hingga 6 tahun.
  • saya juga punya due date nikah diumur 28 tahun dan planning saya ini tercapai.
  • Saya juga berencana punya rumah sendiri saat anak saya kelas 3 SD.

Semua planning dikepala saya tidaklah detail dan semuanya pastilah tentang masa depan saya. Ya…masa depan..suatu masa yang saya bayangkan akan saya hadapi nantinya. Tetapi tidak pernah sedikitpun saya merencanakan ”masa yang jauh di-depan” yaitu kehidupan setelah kita mati. Hingga suatu saat (bulan lalu tepatnya) saya dapat pelajaran yang sangat baik dari teman saya, tetang bagaimana merencakan hidup secara seimbang antara kebahagiaan dunia dan akhirat. Dia hanya memberitahukan 4 hal pokok sebagai dasar perencanaan kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akhirat, seperti yang selalu kita idam2kan dan do’akan setiap saat –melalui doa sapu jagad rabbana atina fiddunya hasanatan wafilakhirati hasanatan waqina adzabannar –. Empat hal yang menjadi garis besar perencanaan tersebut.
1. Spriritual Quality
2. Bussiness/carrier
3. Social life style
4. Family.
Baca Lanjutannya…

Posted by: fayday | Februari 6, 2008

Demi Masa — Putaran Roda Kehidupan Kita

Secara tidak sengaja saya jadi teringat lagu Raihan “Demi Masa”. Lagu yang sangat indah syairnya, dan mengingatkan kepada kita pentingnya waktu. Hanya waktulah yang tidak dapat dirubah atau dihentikan, dan saya jadi mengerti kenapa waktu menjadi referensi Einstein untuk membahas ilmu Fisika yang njlimet dan membingungkan.

Tentu semua tahu lagu Raihan -Demi Masa- tersebut,
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran

Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)

Ah..pikiran saya jadi menerawang merenungi nasib saya minggu ini, sabtu-minggu masuk untuk bekerja — prepare CEO Visit — sementara istri saya mengasuh 2 jagoan saya yang sangat aktif dan kebetulan sekarang sedang sakit. Selagi badan lelah, ingin merebah..anakku menangis karena tidak bisa tidur –hidung tersumbat karena dahak dan ingus tidak bisa dikeluarkan–. Sudah hampir seharian istri saya menggendong anak saya yang kecil karena rewel, belum lagi anak pertama saya iri minta gendong juga dan minta perhatian –dengan mengajak ibunya main–.
Istri saya capek mengasuh anak, saya capek bekerja dipabrik dan selalu di-omeli hari ini. Tapi Alhamdulillah, istri tidak ikut2an ngomeli.

Saya jadi ingat rumus roda nasib yang saya buat dan menjadi gurauan saya selama ini. Dan gurauan roda nasib saya tersebut sekarang sedang saya jalani –serasa–.

Roda nasib (yang saya guraukan) adalah

Pk 06.01 ==> jaman kita baru lahir
Pk 07.00 ==> jaman kita masih balita
Pk 08.00 ==> jaman kita SD –kita mulai menikmati bermain
Pk 09.00 ==> jaman kita SMP –kita mulai bisa menikmati bermain dan hidup
Pk 10.00 ==> Jaman kita SMA –awal kenikmatan dunia, pacaran, uang minta, belajar ala kadarnya, hanya main & mikir ebtanas
Pk 11.00 ==> Jaman kita Kuliah –pacaran boleh, bolos kuliah boleh, uang ngandalin kiriman, tapi kebahagiaan dibatasi uang kiriman.
Pk 11.30 ==> Jaman sudah kerja, belum menikah –Wueehhh, saat kita mendekati klimaks nikmat kehidupan.
Pk 12.00 ==> Jaman sudah kerja, sudah menikah, belum punya anak. Lha jaman ini puncak nikmatnya, sudah mencicipi surga dunia, punya uang, tak ada tanggungan.
Pk 13.00 ==> Punya anak — duniawi berkurang nikmatnya, kita mulai repot & sibuk dgn beban hidup.
Pk 14.00 ==> Anak sekolah mulai masuk sekolah — hidup bertambah susah
Pk 15.00 ==> Anak masuk kuliah — wualah..tambah berat apalagi anak tidak hanya satu.
Pk 16.00 ==> Anak lulus kuliah tapi belum dapat kerja.
Pk 16.30 ==> Anak lulus kuliah, sudah dapat kerja, tapi susah jodohnya
Pk 17.00 ==> Anak sudah bekerja, berkeluarga, tapi anak dititipkan ke kita yg udah tua ..he..he..nasib-nasib.
Pk 18.00 ==> Kita tutup usia.

1. Pantaslah Ustadz yang ngajari saya mengaji bilang bahwa surat Al ‘Ashr — Demi Masa adalah surat yang sangat penting kedudukannya untuk kita renungkan.
2. Dan pantaslah bahwa Ridha Allah tergantung pada Ridha orangtua, karena beratnya beban mereka.

Posted by: fayday | Februari 5, 2008

Mainan anak mainan orang tua

Hari ini kebetulan saya libur dan memang setiap akhir bulan diperusahaan saya adalah hari libur –katanya sih untuk memudahkan closing produksi—. Dan seperti biasa saya membantu istri beres2 rumah dan mengurusi Fathan –anak saya yang besar— dari membangunkannya, memandikan dan mengantarnya sekolah. Selagi istri saya menyiapkan bekal dan peralatan sekolah, saya memakaikan sepatu Fathan. Sambil memakai sepatu, anak saya menggenggam mainan kesukaannya, telur2an dinosaurus. Telur dinosaurus adalah mainan yang sedang ngetrend di RT saya, mainan ini sebenarnya replika berbagai macam hewan dari dinosaurus, singa, jerapah bahkan robot. Tapi mainan unik ini didesain sedemikian rupa, berupa ruas2 yang disekrup dan jika sudah disusun membulat akan menutup dan membentuk telur.

Sesaat sebelum berangkat, anak saya bilang,”Pak, boleh enggak Atan –panggilan anak saya— bawa telur2an ke sekolah..?”
Sayapun menjawab,”Gak usah Fathan, nanti malah dipinjem temannya dan hilang atau rusak”.
Tanpa terduga anak saya menjawab,”nanti teman2 Atan boleh pinjam bapak, Atan kan anak baik”. Anak sayapun melanjutkan,”bapak gimana sih, Atan kan anak baik, kalau teman Atan pinjem, dikasih”.
Istri saya yang mendengar percakapan menggelikan itupun tertawa, akupun tersenyum dan bergumam dalam hati, orang tua kok kalah sama anak 3 tahun. Sambil mengantarkan anak saya, saya masih terngiang-ngiang percakapan tadi.

Baca Lanjutannya…

Posted by: fayday | Januari 28, 2008

I love how you love me

Alhamdulillah hari Jum’at (25 Jan ’0 8) saya bisa bangun pagi, kebetulan juga karena anak saya batuk terus dan membangunkan saya minta dibuatkan susu. Karena bangun pagi maka saya sempat membantu istri untuk mencuci piring, mencuci baju (dan tentunya dibantu oleh mesin cuci) sekalian menjemur dan menggoreng lauk sendiri. Wuaahhh pekerjaan biasa-biasa aja sih (kecuali ngucek celana anak kecilku yang banyak kencing, muntah dan e-eknya) tapi bagi saya sangat luar biasa mengingat pukul 5.40 saya harus sudah keluar rumah untuk menjemput rejeki—bekerja sebagai karyawan pabrik. Mungkin setelah hampir 4.5 tahun saya menikah, pagi ini termasuk pagi yang paling rajin bagi saya (wuueleeehhh…itu menurut saya sendiri lho..). Dan kegiatan bantu2 istri itu berlanjut hingga hari sabtu dan minggu-nya, walaupun hari tersebut saya masuk kerja (karena ada persiapan menyambut kunjungan CEO di pabrik saya). Tiga hari kemarin seolah-olah menjadikan hidup saya fresh kembali, karena setiap pagi saya melakukan kegiatan rutin ibu-ibu rumah tangga dan para pembantu –cuci piring, nyapu dan mengepel, cuci baju dan menjemur pakaian dan membantu masak—.

“Semua itu pekerjaan ibu-ibu, pekerjaan bapak2 adalah nyari uang”, begitulah kata bapak2 tetangga saya menjelaskan falsafahnya. Saya jadi teringat komentar seseorang yang menyebut suami takut istri jika melihat sang suami sedang–mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga atau pembantu—. Saya jadi jengkel juga, tidak tahu semenjak tahun berapa masehi pekerjaan mencuci baju, menjahit baju dan menyapu disematkan sebagai pekerjaan gender perempuan. Sementara lebih dari 1430 tahun yang lalu, manusia paling agung dan mulia didunia mengerjakan penambalan bajunya sendiri. Muhammad SAW, Panglima besar yang garang memimpin dimedan perang , manusia paling sempurna dan paling mulia dan mempunyai kekuasaan yang sangat luas mengerjakan tambalan bajunya sendiri.

Hal pertama yang saya lakukan setiap kali saya menyapu lantai dan saat mengepel adalah menutup pintu depan. Jangan sampai saat saya merangkak2 dan berjongkok mengepel, terlihat tetangga saya atau orang lain dari jalan karena –akan menjadi bayang2 gelap sepanjang hayat— begitulah hal yang saya pikirkan selama ini.Walaupun saya bukan selebritis, tetapi jika ada orang melihat suami merangkak2 dibawah kaki kursi tamu, sementara istri “hanya menggendong anak” sambil menyuapi, akan menjadi aib yang sangat laku untuk diperbincangkan seluruh penduduk RT.
Baca Lanjutannya…

Posted by: fayday | Januari 16, 2008

A to Z Nutrisi untuk Si Buah Hati

By Majalah Anakku, on 19-11-2007 09:51, 09:51

Untuk si buah hati, tentu setiap orangtua berusaha memberikan nutrisi yang terbaik. Tapi tunggu dulu, apa dan bagaimana masalah mengenai nutrisi untuk si buah hati?

A= Air susu ibu
Sebenarnya hanya 1% wanita yang benar-benar tidak bisa menyusui. Jadi, Setiap wanita bisa memberikan ASI. Persiapan memberi ASI dimulai sejak bayi dalam kandungan. Begitu pula ketika ibu akan bekerja, ASI mulai diperas dan disimpan dalam lemari pendingin (frezeer) beberapa minggu bahkan beberapa bulan sebelumnya.

Pada awal kehidupannya, bayi sering sekali menyusu, sekitar 8-12 kali. Beri ASI saat ia meminta (on demand) agar produksi ASI dan pertumbuhan bayi optimal. Isapan si kecil dan pengosongan komplit payudara Anda merupakan rangsangan terbaik untuk meningkatkan jumlah ASI.

Yang sering terlupakan adalah ASI bukan hanya sekadar kaya nutrisi, namun ASI adalah materi hidup, yang juga mengandung enzim yang membantu agar pencernaan bayi bisa menyerap nutrisi dengan baik.

B= Besi
Bayi, terutama saat-saat penyapihan, rentan kekurangan zat besi yang bisa menyebabkan anemia. Para ahli menganjurkan untuk deteksi dini satu kali sebelum usia anak satu tahun lewat pemeriksaan kadar hemoglobin.

Penyerapan zat besi pada daging, ikan dan unggas cukup tinggi, pada gandum dan kacang-kacangan sedang, dan pada sayuran, penyerapannya rendah. Untuk meningkatkan penyerapan, kombinasikan makanan kaya zat besi dengan vitamin C, misalnya selipkan potongan tomat dalam bekal roti daging untuk si kecil.
Baca Lanjutannya…

Posted by: fayday | Januari 16, 2008

How “Kerokan” works..?

Artikel ini disadur dari www.anakku.net
By dr. Ratih Dewi Palupi, on 04-01-2008 10:02, 10:02

Masuk angin? Tidak enak badan? Kalau belum kerokan kok rasanya belum plong ya. Ungkapan ini sering terdengar di masyarakat. Banyak orang yang merasa harus kerokan bila badannya terasa tidak enak, meriang, pegal-pegal, atau mau flu. Kerokan dilakukan dengan menekan dan menggeserkan benda tumpul (biasanya dengan koin) ke permukaan kulit, bisa di punggung, leher belakang, dada atau lengan atas. Kerokan sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, bahkan merupakan suatu budaya. Berbagai mitos sering kita dengar mengenai kerokan. Kendati demikian, banyak orang yang tidak mengetahui apa sebenarnya kerokan itu, bagaimana cara kerjanya, apakah kerokan memang bisa mengobati masuk angin, dan sebagainya.

Kerokan hanya ada di Indonesia..?

Fakta: Hal ini tidak benar. Kerokan merupakan suatu pengobatan alternatif yang dikenal sejak ratusan tahun lalu di negara-negara Asia. Masyarakat Vietnam menyebut pengobatan ini cao gio, di Kamboja dijuluki goh kyol (rubbing the wind), dan di China dikenal sebagai gua sua (menggunakan batu jade sebagai pengerok).

Kerokan dapat mengeluarkan angin dari dalam tubuh..?

Fakta: Istilah masuk angin bisa merupakan gejala awal common cold atau penyakit infeksi lainnya. Orang awam sering beranggapan angin tersebut harus dikeluarkan dari dalam tubuh, antara lain dengan kerokan. Hal ini tidak tepat karena memang bukan angin yang menyebabkan rasa tidak enak badan, demam, pegal-pegal, sakit kepala, atau batuk pilek.

How ”kerokan” works..?

Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja kerokan ini? Pada proses kerokan, terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang. Akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah dan pengeluaran mediator inflamasi. Aliran darah menjadi lancar jika dikerok atau dipijat sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Zat-zat yang menyebabkan rasa pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Selain itu, juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel (lapisan paling dalam pembuluh darah) yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah beta endorfin.

Pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan beta endorfin, sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. Penyebab rasa nyeri adalah PGE2 sehingga jika kadar PGE2 diturunkan maka nyeri akan berkurang. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, badan terasa segar dan nyaman. Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-1oC. Makanya setelah dikerok, badan kita terasa lebih hangat.
Baca Lanjutannya…

Posted by: fayday | Januari 11, 2008

Haji, semangat qurban dan fenomena sosial Indonesia

Hari ini kamis 10 Januari 2008, adalah tahun baru hijriyah 1429H. Semoga ditahun depan kita akan menjadi manusia yang lebih baik, baik sebagai hamba Allah dan sebagai makhluk sosial. Pada saat hari Idul Adha kemarin, kami sekeluarga sholat di Masjid At-Tien dan yang menjadi khotib adalah Menpora Adhyaksa Dault. Dalam khotbahnya beliau menyoroti tentang semangat qurban, kondisi bangsa dan juga para haji di negara ini.

Saya sempat tersentil saat beliau berkata, untuk ber-qurban sering kita memilih kambing yang akan kita jadikan hewan qurban bukanlah kambing yang terbaik (kambing yang biasa atau kelas A, bukan kelas Sangat Super), itupun masih ditawar sampai berjam-jam lagi…he..he.. Itupun terkadang kita masih membawa pulang kepala atau kakinya…
Mungkin kalimat tersebut terdengar sepele bagi kita, tapi cobalah kita dalami maknanya, jika untuk beribadah saja kita masih 3/4hati bagaimana dengan hal lain..? pastilah lebih banyak perhitungannya kan..? Cobalah kita meng-evaluasi diri kita, terkadang kita sangat berat untuk memasukkan uang Rp.5.000 ke kotak masjid saat sholat Jum’at yang seminggu sekali, tetapi kita dengan mudahnya jajan Rp.15.000 setiap hari.

Sangat benar perkataan yang menyebutkan bangsa kita perlu semangat ber-qurban Nabi Ibrahim dan Ismail untuk membantu bangsa ini bangkit dari keterpurukan. Semangat berqurban dan kejujuran sangat diperlukan untuk membangun bangsa ini. Rakyat yang miskin banyak berkurban (atau lebih ditepatnya di-kurbankan) dengan taat membayar pajak walaupun pendapat mereka pas-pasan. Tetapi semua itu tidak ada artinya jika penguasa tidak jujur dan mengkorupsi segala pengorbanan rakyat tersebut.

Sedikit melenceng dari bahasan qurban, tetapi masih dalam konteks haji…apakah anda punya cita-cita untuk menunaikan ibadah Haji..?saya yakin semua umat Islam sangat menginginkannya. Saya pernah bicara dengan istri saya, seandainya orang kaya yang sudah berkali-kali naik haji itu berbaik hati dengan hanya naik sekali saja dan sisa kekayaannya untuk membiayai ibadah haji orang lain, maka kemungkinan besar kita bisa menunaikan haji juga. Ironisnya yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang yang lebih dari satu kali menunaikan ibadah haji dan berdoa semoga menjadi haji yang mabrur, tetapi dia bertetangga dengan orang miskin dan tidak memperdulikannya. Banyak haji yang tidak menemukan semangat qurban dalam ibadahnya. Mungkin sangat ekstrem tapi menurut saya realistis, jika semua umat islam punya semangat qurban dari nabi Ibrahim dan Ismail as, juga semua haji dari Indonesia menjadi Haji Mabrur, niscaya Indonesia akan maju dan tidak terpuruk seperti sekarang ini.

Older Posts »

Kategori