Oleh: fayday | Januari 15, 2009

Peduli Palestina II

Assalamu’alaikum wr. wb.

Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi.
Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan.
Saudaraku yang dirahmati Allah SWT, dengan ini kami ingin mengajak Bapak & Ibu untuk berbagi cinta dengan saudara-saudara kita di Palestine sana. Bagi yang ingin menginfaqkan sebagian hartanya untuk Palestine, bisa transfer dana ke rekening sebagai berikut :

KOMITE INDONESIA UNTUK SOLIDARITAS PALESTINA (KODE LEMBAGA: KISPA)

Bank Muammalat Indonesia (BMI) no rek 311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA (REKOMENDASI)

KOMITE NASIONAL UNTUK RAKYAT PALESTINA (KODE LEMBAGA: KNRP)

BCA No. 760-032-5099 an Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

YAYASAN PORTALINFAQ (KODE LEMBAGA: PORTAL)

Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790 an Yayasan Portalinfaq
Bank Central Asia (BCA) Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244 an Yayasan Portalinfaq

AKSI CEPAT TANGGAP (KODE LEMBAGA: ACT)

Bank Syariah Mandiri (BSM) No. Rek. 101 000 5557 an Aksi Cepat Tanggap
Bank Muamalat Indonesia (BMI) No. Rek. 304 0023 015 an Aksi Cepat Tanggap
BCA No. 676.030.0860 an Aksi Cepat Tanggap
Permata Syariah No 0971 001224 an Aksi Cepat Tanggap

DOMPET DHUAFA REPUBLIKA (KODE LEMBAGA: DDR)

BCA No. Rek. 237.300.6343 an Yayasan Dompet Dhuafa Republika

LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU (KODE LEMBAGA: PKPU)

Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.951 (Rekening Dollar – SWIFT CODE = BNI NI DJA TEB) an Yayasan PKPU
Bank Central Asia (BCA) Soepomo No. Rek. 600.034.7777 an Yayasan PKPU
Bank Negara Indonesia (BNI) Tebet No. Rek. 117.85.917 an Yayasan PKPU
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Oleh: fayday | Januari 5, 2009

Peduli Palestina

Sudah seminggu lebih televisi dipenuhi berita penyerbuan israel ke Palestina, dan sudah saatnya kita membantu saudara-saudara kita (warga Palestina) dari kebiadaban yahudi israel. Salah satunya dengan memberikan bantuan dana kemanusiaan yang dapat disalurkan lewat sms MERC PEDULI. Anda menyumbang Rp. 5,000 dengan mengirimkan 1 kali sms.

caranya : ketik MERC PEDULI kirim ke 7505

saya sertakan juga artikel terkait..
——————————————————————–
Jumlah SMS Donasi MERC PEDULI kirim ke 7505 membludak. Sejak munculnya berita gempuran Israel kepada warga Gaza Palestina yang menewaskan ratusan orang dan melukai ratusan lainnya, maka selain membuka sejumlah rekening MER-C juga melakukan penggalangan dana melalui SMS.
Di saat liburan panjang dan tutupnya bank-bank, maka SMS merupakan cara yang sangat praktis bagi masyarakat yang ingin memberikan donasinya untuk rakyat Palestina. Program SMS Donasi ini pun segera menyebar secara berantai di masyarakat luas.

Sejak ditetapkan sebagai SMS donasi yang diamanahkan khusus Palestina pada 29 Desember 2008, tercatat sampai Sabtu (3/1) jumlah SMS donasi yang masuk sebanyak 52.002 sms atau setara dengan Rp 255.035.000.

Program sms donasi ini merupakan layanan yang disediakan oleh Departemen Sosial RI bekerjasama dengan sejumlah operator seperti Telkomsel, Indosat, Flexi, Esia, XL dan Mobile-8. Untuk Telkomsel, Indosat, Flexi, Esia, tarif sms adalah Rp 6.600sudah termasuk donasi Rp 5.000 ditambah biaya operator dan PPn. Sementara untuk pengguna XL dan mobile-8 tarif sms adalah Rp 5.000 sudah termasuk donasi Rp 3.750 ditambah biaya operator dan PPn. Karena informasi SMS donasi ini juga disebarkan via sms sehingga kami mohon maaf apabila informasi tarif ini tidak tersampaikan secara lengkap dan detail kepada masyarakat.

Kami juga mohon maaf karena adanya sejumlah gangguan yang dilaporkan oleh masyarakat dalam layanan SMS donasi ini seperti layanan yang tidak dapat diakses, pemotongan pulsa yang agak terlambat dan lainnya. Perlu kami sampaikan bahwa hal ini terjadi semata-mata karena trafik sms yang sangat tinggi selama beberapa hari ini.

Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat Indonesia baik yang telah memberi sumbangan melalui layanan sms donasi ini maupun yang telah membantu menyebarluaskannya. Bagi masyarakat yang ingin mengecek trafik donasi, silahkan mengunjungi http://donasi.depsos.go.id.

merc@indosat.net.id

Oleh: fayday | Desember 5, 2008

Mengapa Manusia Takut Ular?

Kebetulan saya orang yang takut dengan ular, hal ini dimulai saat saya SMA dan digigit ular hingga harus mendapatkan suntikan anti bisa hingga 20 coblosan. sejak saat itu rasa geli dan takur terhadap ular menjadi bagian dari hidup saya. Saya bukan ular-phobia lho..walaupun takut, saya tidak teriak atau lari terbirit jika melihat ular..hanya merinding dan geli.
Ternyata takut ular itu adalah kewajaran, hal ini saya baca pagi ini di www.inilah.com.
berikut petikannya..

Inilah.COM, London – Takut ular merupakan pobia yang hampir dimiliki oleh semua manusia. Lalu bagaimana ketakutan itu bisa terjadi? Kini ilmuwan punya jawabannya.

Sebuah penelitian mendapati, manusia memiliki perasaan takut pada ular dan laba-laba sebagai bawaan lahir. Ilmuwan menyimpulkan, baik anak-anak maupun orang dewasa dapat mendeteksi foto ular diantara benda yang menakutkan lain, secara lebih cepat.

Perasaan takut pada ular ini membantu manusia selamat dari dunia liar.”Ini sudah berlangsung dalam sejarah evolusi, manusia bisa cepat belajar takut pada ular dan menjadi keuntungan saat bertahan dan bereproduksi,” kata Vanessa LoBue, dari Universitas Virginia.

“Manusia yang memiliki kemampuan mendeteksi kehadiran ular lebih cepat tampaknya didapat dari gen,” tambahnya.

Sebelumnya, ahli antropologi mengatakan kewaspadaan pada ular menjadikan perkembangan primata memiliki penglihatan lebih baik serta otak lebih cerdas.

Penelitian mendapati bayi dan anak balita tidak takut ular. Namun memiliki kemampuan tidak biasa dalam mendeteksi ular, dan akan belajar takut pada ular jika mengalami pengalaman buruk.

Untuk mempelajari lebih jauh, ilmuwan menunjukkan orang dewasa dan anak umur 3 tahun gambar ular bersama dengan kodok, serangga dan bunga. Kemudian obyek ini ditunjukkan gambar bunga atau kodok bersama dengan ular. Dua kelompok ini mampu mendeteksi gambar ular yang tersembunyi lebih cepat dibandingkan gambar lain.

“Kami juga mempelajari dengan laba-laba dan mendapatkan hasil yang sama,” kata LoBue.[ito]
Tags : ular, sains

Diceritakan ada seseorang yang terdampar disebuah pulau yang kecil yang tak berpenghuni. Puau kecil itu hanya ditumbuhi pohon2 kecil, semak2 dan pohon kelapa. Tidak ada yang dapat dimakan untuk memenuhi hasrat lapar kecuali buah kelapa itu. Ditbawah terik matahari dan tubuh yang gontai hampir tanpa tenaga -karena berhari-hari terombang-ambing ombak sebelum dihempaskan dipantai- dia memanjat batang pohon kelapa yang licin. Pohon kelapa yang mulus tanpa pahatan untuk memanjat semakin menguras tenaga orang itu, walau demikian tidak mengendurkan semangatnya untuk mencapai puncak pohon dan memetik kelapa untuk menawar rasa laparnya. Ditengah perjalanan menuju puncak, seiring menurunnya tenaga, berhembus angin laut yang kencang menghempas pohon tersebut dan membuat batangnya limbung layaknya orang mabuk sedang berjalan. Sedemikian kencangnya tiupan angin hingga menggugurkan bunga-bunga kelapa kering dan buah kelapa menimpa badan dan kepala orang itu.

Semua tantangan itu tidak menyurutkan semangat orang tersebut untuk memanjat dan memanjat terus hingga berhasil memetik buah kelapa dipuncak pohon yang dipanjatnya. “Semua tantangan ini harus dilalui,” gumamnya,”lebih baik mati kehabisan tenaga karena usaha daripada mati kelaparan tidak berbuat apa-apa”. Hingga akhirnya dia mencapai puncak pohon itu dan mendapatkan biah kelapa yang dia inginkan sebagai penawar lapar. Sambil menikmati buah kelapa muda yang sedikit demi sedikit mengisi ruang-ruang kosong dalam perutnya, tidak lupa dia juga meminum segarnya air kelapa sembari menikmati pemandangan garis panti di pulau itu yang sangat indah.

Lembayung senja membayang diatas horison pantai seiring berhentinya amukan angin laut yang berganti dengan usapan lembut sang angin menjelajahi pulau kecil tersebut. Tidak terasa dia hampir menghabiskan harinya hanya untuk mendapatkan buah kelapa yang kini sedang dinikmatinya. Perut sudah penuh terisi buah kelapa, demikian juga dahaga sudah ditawarkan dengan air kelapa yang segar dan usapan lembut angin laut di sore itu seolah memberinya ucapan selamat atas keberhasilannya menggapai cita-cita –mempertahankan hidup, memperoleh makanan, mengembalikan tenaga dengan memakan buah kelapa-. Sejenak dia menyandarkan tubuhnya diantara bunga2 kering kelapa dan pokok-pokok pelepah kelapa yang bertautan, beristirahat sejenak menikmati keindahan pantai yang memancarkan sinar keemasan disenja hari sebelum akhirnya dia ingin meluncur menuruni pohon itu dan kembali menjejakkan kakinya dipantai. Perut yang kenyang dan lembutnya belaian angin pantai membuat mata sulit terbuka dan akhirnya dia terkantuk-kantuk diatas pohon kelapa yang bergoyang-goyang lembut bagai ayunan bayi.

Tak seberapa lama terlihat sesuatu meluncur dari puncak pohon kelapa itu menuju pasir pantai yang putih. Bukan seekor tupai, bukan pula buah kelapa, pun bukan reruntuhan bunga2 kering kelapa yang tertiup angin, tetapi tubuh sesorang yang melayang ke tanah seperti asteroid jatuh kebumi, berdebum dan membentuk cekungan diatas pasir pantai.

Orang itu terbunuh bukan pada saat dia berjuang melawan rintangan tetapi saat dia terlena menikmati keberhasilannya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: fayday | Oktober 27, 2008

Harusnya Label Haram, Bukan Label Halal

Senin, 27 Okt 2008 06:28

Awal pekan ini saat masuk kerja dan membuka web eramuslim, saya tertarik dengan artikel ini, sehingga saya muat di blog ini dan semoga bermanfaat bagi kita.
——————————————————————
Pekan lalu, ba’da Maghrib, saya dan sahabat saya berada di rumah seorang pejabat BUMN di selatan Jakarta. Di ruang tamunya yang asri, kami bertiga asyik berdiskusi tentang berbagai masalah terkini, dari kondisi berbagai BUMN di Indonesia yang menyedihkan sampai krisis global yang pasti dampaknya akan berimbas sampai di negeri ini. Tanpa terasa, malam kian larut. Kami pun pamit.

Di dalam kendaraan menuju pulang, berbagai bahan diskusi masih berkecamuk di benak saya. Salah satunya, yang menarik, adalah kesalahan paradigma yang selama ini dianut oleh kita semua. Masih terngiang di telinga saya, sahabat saya berkata, “Selama ini kita banyak yang salah dalam mempersepsikan pikiran. Contohnya adalah soal label halal. Padahal yang seharusnya adalah label haram. Indonesia adalah negeri Muslim terbesar dunia, sudah seharusnya semua makanan atau produk yang ada di negeri ini memenuhi syarat kehalalan. Jadi, yang perlu ditempeli atau dilabeli adalah produk-produk yang haram dengan label haram.”

Saya dan tuan rumah sempat terhenyak. Baru sadar dengan kesalahan persepsi ini. Walau kelihatan sepele namun sangat prinsipil dan sangat penting untuk diubah. Memang, yang seharusnya dikasih label adalah makanan atau produk yang haram, dengan label “Haram”.
Baca Lanjutannya…

Oleh: fayday | Oktober 10, 2008

Belajar dari Film Laskar Pelangi

1. “Yang harus kalian ingat, anak-anakku: Jangan cepat menyerah. Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”,

begitu kira-kira kata-kata Pak Harfan yang sangat saya ingat pada film laskar pelangi. Kalimat sederhana yang sarat makna dan menyadarkan saya bahwa kebanyakan waktu hidup saya habiskan untuk berusaha keras agar “menerima sebanyak -banyaknya”. Dari contoh kecil saja, saya sering menuntut anak saya mematuhi semua yang saya katakan, sementara memberi kasih sayang kepadanya kurang. Saya sering menuntut uang belanja istri harus selalu dihemat, sementara ditempat kerja “jajan makanan” seenaknya saja–enggak ngajak-ngajak makan lagi. Sering saya berdoa diberi keluasan rezeki tetapi untuk memberi infaq dan sodaqoh sangat sulit dan keberatan –mulai sekarang harus berubah nih..–

Pada kenyataannya dalam lingkungan kehidupan kita sekarang ini, banyak sekali yang bertentangan dengan nasihat Pak Harfan atau Pak Cik tadi, Kita berusaha menerima sebanyak-banyak bukan memberi sebanyak-banyak. Hal ini mengingatkan saya akan kata2 teman saya yang kebetulan dia lulusan STM. Dia berkata,”Pak, sampeyan kan lulusan S1 Universitas terkenal, mengapa selalu berusaha mencari kerja yang enak & bergaji tinggi, mengapa orang-orang pintar tidak berpikir membuka usaha dan mempekerjakan dan memberi nafkah pada orang2 lainnya..?” Saat itu saya tertegun dan sampai saat ini saya belum bisa menjawab atau bahkan mewujudkan pertanyaan itu. Semakin pintar orang dibangku kuliah, semakin berpikiran untuk menjadi “buruh kaya” di perusahaan orang lain, jangankan yang pintar…yang bodoh dan lulusnya 6 tahun-lebih kayak sayapun “cemlolo dan nggleleng” mencari kerja yang enak dan bergaji tinggi..ya..kalau enggak kesampaian ya jadi pegawai negeri-lah. Alih-alih memikirkan usaha untuk membantu dan memberi sebanyak-banyaknya kepada orang lain, ngurusin lowongan kerja untuk diri sendiri saja mumet gak karuan.

2. ”Mimpi aku bukan jadi istri saudagar. Mimpi aku jadi guru.”
Kata-kata Bu guru Muslimah yang sangat mengharukan.
Bu Mus bercita-cita mengabdikan dirinya tanpa memikirkan kaya atau miskin yang harus diterima sebagai impact dari usaha mewujudkan cita-citanya tersebut. Tapi dijaman sekarang ini saya yakin masih banyak wanita mulia yang seperti Bu Mus tersebut. Baca Lanjutannya…

Oleh: fayday | Oktober 7, 2008

Film Laskar Pelangi

Tanggal 25 september 2008 adalah penayangan perdana film laskar pelangi, film yang diinspirasi oleh novel laris dengan judul yang sama “Laskar Pelangi”. Novel ini mencetak sejarah menjadi novel terlaris di Indonesia dengan penjualan lebih dari 500rb buah. Dan saya pun terinspirasi untuk melihat film tersebut pada tayang perdana “tanggal 25 September 2008″.

Saya orang yang tidak atau kurang begitu suka dengan film apalagi sinetron pun film di bioskop. Lima film bioskop terakhir yang saya tonton pun saya lakukan dalam jeda lebih dari 10 tahun — udik juga ya saya..he..he..–. Film Titanic, Ada Apa Dengan Cinta, Bruce Almighty serta satu lagi saya lupa judulnya dan yang terakhir adalah film Laskar Pelangi. Bisa dihitung dengan jari dan dalam rentang waktu 1997~2008 sangat mencerminkan ke-udikan saya dalam hal nonton film bioskop. Jadi saya bertekad untuk membuat sejarah dengan menonton film pada tayang perdana.
Baca Lanjutannya…

Oleh: fayday | Oktober 6, 2008

Fenomena Tindihan saat Tidur (Sleep Paralysis)

Sebelum lebaran kemarin, saat dapat email yang membahas fenomena tindihan. saya pikir hal ini sangat bermanfaat jadi saya tulis ulang disini.

Fenomena Tindihan Waktu Tidur (Sleep Paralysis)
________________________________

Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!

KEJADIAN ini sering saya alami sejak zaman SMA, bahkan hingga sekarang (meski frekuensinya sudah sangat berkurang). Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong. Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung
tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.

Setelah itu, biasanya saya tidak berani tidur. Takut kesadaran saya hilang atau kejadian itu berulang lagi. Apalagi saat kejadian, saya seperti melihat sebuah bayangan di kegelapan. Pernah saya saya bercerita tentang hal ini pada ibu saya. Beliau mengatakan saya mengalami tindihan. Dan menurut kepercayaan orang tua, yang menindih adalah makhluk halus. Ih, seram ya! Namun, logika saya berusaha mencari penjelasan ilmiah. Inilah hasilnya

Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.
Baca Lanjutannya…

Oleh: fayday | April 24, 2008

Kurma, Antara Islam Dan Ilmu Pengetahuan

Kurma memiliki nilai dan kedudukan khusus dalam Islam, dan semua perhatian manusia tentang keutamaan kurma terfokus pada dua hal ini, dan ketika semakin mendalam pembahasan dan penelitian terhadap kurma, maka anda akan menemukan bahwa kurma memang layak untuk mendapatkan kedudukan dan keistimewaan ini. Dan ini adalah nikmat yang agung yang Allah muliakan kita dengannya dalam deretan nikmat-nikmat lain yang tiada terhitung. Allah berfirman:

Dan kami memberikan kepada kalian semua apa yang kalian minta; dan andai kalian menghitung-hitung nikmat Allah pastilah kalian tidak bisa mendatanya, sesungguhnya manusia benar-benar dhalim dan sangat ingkar (Q.S. Ibrahim: 34)

Allah juga berfirman:

Dan ditumbuhkan untuk kalian di bumi ini tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan semua buah-buahan. Sesungguhnya yang demikian benar-benar menjadi tanda-tanda kebesaran Kami bagi kaum yang mau berfikir (Q.S. An-Nahl: 11).

Berdasarkan penelitian yang sudah banyak dilakukan terhadap kurma, ditegaskan bahwa bahwa kurma mengandung sejumlah unsur penting bagi tubuh, akan tetapi sebagian orang tidak mengetahui hal itu, kecuali sedikit saja. Berdasarkan konfigurasi yang bersumber dari ilmu pengetahuan, wawasan yang bisa dicapai di zaman kiwari, aku tercengang dan terhenyak ketika membaca hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tentang rahasia yang terkandung dalam kurma, dimana Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

Jika salah seorang diantara kalian hendak berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab ia berkah, jika tidak ada kurma maka dengan air sebab ia bersih dn suci. (HR. Tirmidzi)
Baca Lanjutannya…

Oleh: fayday | April 24, 2008

Sari Kurma Meningkatkan Trombosit saat DBD

Bulan Maret yang lalu saya terkena DBD dan typhus dalam waktu bersamaan. dan kejadian tersebut tepat 1 tahun sejak saya terkena DBD (Maret 2007). Dan sama seperti tahun yang lalu, saya rajin mengkonsumsi sari kurma untuk mempercepat recovery kesehatan saya dan menaikkan trombosit saya. Akhirnya trombosit terendah saya 122rb selama 7 hari sakit DBD, terhitung mulai demam hari pertama.

Setahun lalu yang lalu saya menderita penyakit DBD dan dirawat di rumah sakit. Kebetulan saat itu banyak sekali pasien DBD — maklum, saya tinggal di jakarta Timur yang termasuk daerah rawan DBD. Di ruang rawat tersebut ada 3 orang yang sakit DBD. Saya dan Pasien sebelah saya mengandalkan Pocari Sweat, sedangkan Pasien diseberang bed saya mengandalkan angkak. Tapi keadaan tidak menjadi baik, bahkan trombosit saya turun hingga 39rb (paling rendah diantara ketiga pesakitan di kamar tersebut). Pada kondisi ini badan sudah seperti melayang dan kepala berputar2putar pening. Darah saya diambil sehari 2 kali (sudah seperti minum obat saja) dan dokterpun sudah memberi tahu kalau keadaan seperti ini terus, maka saya harus transfusi. Transfusi..? saya sungguh takut dengan kata2 medis seperti ini jangankan ditransfusi–di suntikpun saya takut melihat jarumnya.

Alhamdulillah, pertolongan Allah datang juga lewat teman kerja saya. Saat itu teman2 kerja menjenguk saya dan mereka membawa kurma Tunisia (kurma yang masih bertangkai dan segar). Salah satu teman saya — Yorga — bilang,”coba kurma ini dijus saja, katanya bisa menaikkan trombosit dan menambah tenaga, tapi saya juga belum pernah coba dan belum banyak yang coba.”
Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori