Hari selasa kemarin (8 Jan ’08) adalah hari pertama anak saya masuk playgroup, setelah libur akhir tahun. Dan kebetulan saya ambil cuti, karena anak saya yang kecil sakit dan akaknya yang akan bersekolah juga kurang begitu sehat. Karena libur, saya memutuskan untuk menjemputnya di sekolah, beserta istri dan anak kedua saya. Setelah pulang, anak saya bilang bahwa besok dia harus membawa binatang piaraanya ke sekolah. “binatang piaraan?”, hal aneh..kerana memang kami tidak punya binatang piaraan, bukan karena tidak senang terhadap binatang, tetapi disebabkan status kami yang “kontraktor – tukang ngontrak rumah”.
Akhir diputuskan langsung meluncur ke pasar tradisional dekat rumah kami untuk membeli ikan hias yang kecil2. Dengan dipelihara 1-hari 1-malam, maka sudah sah, ikan itu menjadi hewan peliharaan anak saya, dan sah untuk dibawa ke-sekolah keesokan harinya.
Pada saat menjemput anak saya, aku jadi teringat akhir tahun lalu, saat aku diberikan tugas oleh istri untuk mengambil rapor anak saya. Istri saya pesen agar jam 8 pagi harus sudah berangkat karena kalau siang sedikit pasti akan antri. “Antri…” seberapa lamanya antri..? paling-paling 5 menit—pikir saya. Sesampai di sekolah, ternyata saya sudah keduluan dengan orang tua murid teman anak saya. Mereka suami istri, dan mereka berdua manggut2 mendengar penjelasan Bunda Vina (guru playgroup) tentang evaluasi anak mereka. Saya pun antri duduk2 di halaman “Saung Playgroup” (Playgroup/TK anak saya memakai saung2 ditengah kebun untuk kelas-nya, jadi tidak berbentuk gedung/kelas).
Lime belas menit berlalu, masih saja saya menunggu…akhirnya setelah mendekati menit ke-30, barulah kedua orang tua teman anak saya selesai berurusan dengan evaluasi anaknya. “30 menit” untuk sharing dan evaluasi anak yang sekolah di PLAYGROUP, waktu yang sngat2 lama dan membuat saya bertanya-tanya, apa yang di-evaluasi…? Tidak sempat merenung lama, tibalah giliran saya masuk saung, duduk bersila (seolah bersiap santap makan) dan menunggu rapor serta evaluasi anak saya. Setelah diberikan kliping hasil belajar anak saya (coretan2 gambar, lipatan2 kertas, dst), akhirnya saya menerima rapor anak saya.
Rapor ini setebal rapor SD, hanya saja ketika saya buka, ternyata rapor sudah terisi dari halaman depan hingga belakang. Setiap halaman terdiri dari Item nilai, dan 2 kolom besar ber-title semester I dan semester II. Penilaian pada tiap semester ditandai dengan bintang 1~3. bayangkan, berapa banyak item yang dinilai jika setiap halaman sekitar 15 item penilaian dan total rapor sekitar 5 halaman. Buuuaaanyaaaakkk sekaliii…..
Satu persatu Bu Guru mereview anakku, dari mulai terbiasa mengucapkan salam ***, mau meminta maaf ***, suka mengucapkan terima kasih ***, menolong teman ***, Doa sebelum makan ***, dan seterusnya.
Anak saya nilai kurang pada pelajaran menari, menulis, suka panik jika hasilnya tidak sebaik temannya dan hafalan ayat kursi. Kemudian beliau bertanya apakah perilaku anakku dirumah sama dengan yang dia review..? setelah sekian lama berdiskusi hingga sekitar 15 menit, akhirnya acara serah terima rapor selesai.
Sesampai dirumah saya dan isri saya jadi heran, dengan begitu detailnya penilaian rapor terhadap perilaku anak saya.
Terima Kasih….KB/TK IT Lebah Kecil.