Oleh: fayday | September 28, 2012

Cerdas beda dengan Pintar : Review Film Taare Zameen Par

Ada sebuah ‘planet’ yang disebut Pluto. Suatu hari, sekelompok astronom memutuskan bahwa planet itu tidak memenuhi kriteria mereka planet. sehingga planet pluto diturunkan statusnya menjadi planet kerdil atau “dwarf-planet” Semua dikarenakan pluto aneh dan dianggap tidak normal dibandingkan planet2 saudaranya di tata surya kita.

Karena kekurangannya dibanding teman sebaya dan kakanya, Ishaan pun di-pluto-kan oleh keluarga dan guru-gurunya. Dia dianggap sangat bodoh dibandingkan kakaknya yang rajin belajar dan pintar.
Taare Zameen Par adalah kisah yang menghangatkan hati dari seorang anak yang selalu dicap sebagai idiot atau orang bodoh hanya karena dia tidak seperti anak-anak lain.

Sementara anak-anak lain belajar rajin dan unggul dalam ujian mereka, ia justru bergumul dalam imajinasinya, yang memanifestasikan dirinya dalam kemampuannya untuk menemukan keindahan ditempat-tempat yang tidak akan dialami oleh orang pada umumnya.  Hal ini terlihat di awal film di mana saluran air kotor, jika dilihat melalui mata Ishaan mengambil bentuk akuarium yang menakjubkan, ia melihat ikan dimana umumnya orang justru akan melihat sampah.

Dalam film Taare Zameen Par milik Aamir Khan, Ishaan berusia 8 tahun, melalui imajinasi yang fantastis dan di atas kecerdasan rata-rata, menemukan jawaban untuk soal matematika sederhana 3×9 dengan mengimajinasikan cerita pluto tersebut.
Suatu konseptualisasi brilian dimana ishaan memecahkan soal perkalian 3×9.
¬†Ishaan tahu dia tinggal dibumi planet no. 3 dan diapun menggunakan “teori momentum” dengan menabrakkan bumi (planet no.3) ke pluto (planet no. 9). Dengan teori momentum yang tidak disertai data massa bumi, pluto dan kecepatan tumbukan, akhirnya Ishaan menyimpulkan bahwa si pluto yang kerdil hancur tertabrak bumi dan bumi berhenti pada posisi pluto. Akhirnya dia menjawab 3×9=3 (posisi pluto ditepati bumi). Ishaan sangat percaya diri ketika bel ujian tanda selesai berbunyi dan yang menggelikan adalah dia hanya menjawab satu soal, sedangkan sisa soalnya sangat banyak.

Apakah Ishaan yang berumur 7 tahun termasuk bodoh sehingga menjawab soal 3×9 = 3..? mungkin jika kita melihat film tersebut sekilas maka kita akan langsung menjawab “ya dia bodoh”. Karena teman-teman lainnya bisa menjawab soal tersebut.
Tapi bisakah kita membayangkan bahwa konseptual imajinatif Ishaan dalam menjawab soal tersebut menunjukkan dia memiliki kecerdasan diatas rata-rata? dia mengenal memakai -teori momentum yang diapun tidak tahu- untuk menyelesaikan soal sepele (walaupun hasilnya salah). Teori momentum tersebut baru didapatkan jika kita sekolah SMU.

Difilm ini sebenarnya mengingatkan kita sebagai orang tua bahwa anak yang tidak lancar membaca, menulis dan berhitung di usia 8 tahun bukanlah anak bodoh, bahkan anak yang lancar ca-lis-tung diusia itupun belum tentu anak pintar. Dalam fragmen berikut lebih jelas lagi bagaimana guru “Nikumbh” yang diperankan Aamir Khan memberikan narasi bahwa Einstein, Da Vinci pun tidak lancar ca-lis-tung ketika kecil karena dyslexia seperti yang dialami Ishaan, tapi mereka adalah orang2 jenius yang ada sepanjang peradaban dunia.

Dibagian berikutnya film tersebut menampilkan bagaimana Ishaan bisa membuat lukisan perang yang bersambung pada sebalik lembar kertas gambarnya, juga dia mampu menggambarkan kartun bergerak tentang cerita diasingkannya atau “di-pluto-kannya” dia ke boarding school.

Ishaan juga mampu membuat karya kapal terbang dari kayu dari barang2 seadanya yg dipungut sambil berjalan. Dia membuat rangka pesawat kayu, dengan sayap daun, dengan baling-baling stick es-krim yang dapat berputar karena gaya pegas dari karet gelang yang dililit dibelakangnya. Bagi yang belum melihat filmnya pasti akan sulit membayangkan bentuk pesawat tersebut dan sayapun susah mendeskripsikannya. Jadi bisa terbayangkan bagaimana cerdasnya Ishaan yang berumur 8-tahun membuat karya tersebut -untuk menceritakan dan membayangkannya saja kita susah:) -

Saya jadi teringat cerita saudara yang tinggal di jepang bahwa disana anak usia sekolah dasar dianggap cerdas jika pintar menggambar (gambar yang imajinative)…dan sekedar mengingatkan bahwa banyak orang membedakan antara cerdas dan pintar.

Pintar adalah kemampuan kita dalam menyerap informasi. Ketika kita mampu menyerap pengetahuan dengan cepat maka kita termasuk pintar. Orang pintar memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi kadang hanya sebatas itu saja. Kecerdasan adalah kemampuan mengelola pengetahuan dengan ide kreatif sehingga sering orang cerdas adalah penemu dan inovator.

Kecerdasan biasanya tersembunyi dan terbungkus dalam “kenakalan, kebandelan dan kemalasan” seorang anak. Sedangkan kepintaran terlihat jelas pada ketekunan belajar, membaca dan kedisiplinan anak.

Semoga Film ini memberikan tambahan wawasan dalam pengembangan potensi anak kita. Aamin.

Catatan :
Dyslexia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.
Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera lain.

About these ads

Responses

  1. taree zameen par

    i like is

  2. Waw. Keren banget….

  3. Aq sudah nonton. Kren abiss bahkan kasus yg di alami oleh seorang siswaku. Alhamdulillah sekarang dy cukup brprestasi

  4. ijin share juga ya.. salam..

  5. […] Sumber 4 : http://fayday.wordpress.com/2012/09/28/cerdas-beda-dengan-pintar-review-film-taare-zaameen-par/#comm… […]

  6. keren banget cerita nya sangat menggugah hati para guru


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: