Oleh: fayday | Desember 15, 2007

Kecepatan Cahaya Menurut Al Qur’an

ketika searching diinternet saya mendapatkan artikel yang sangat menarik, tentang perhitungan kecepatan cahaya yang didapatkan dari Al Qur’an. saya dapatkan artikel ini dari febdian.net

Kecepatan cahaya adalah kecepatan yang tercepat di jagat raya ini yaitu 299279.5 Km/det. Bisa ditentukan/dihitung dengan tepat berdasar informasi dari petunjuk AL Quran.
Mungkin anda pernah tahu bahwa konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut:
• US National Bureau of Standards C = 299792.4574 + 0.0011 km/det
• The British National Physical Laboratory C = 299792.4590 + 0.0008 km/det
• Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik”.

Tapi anda seharusnya tahu bahwa konstanta C bisa dihitung/ditentukan secara tepat menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 abad silam: Al Quran, kitab suci umat Islam Penemu hitungan ini adalah seorang ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby

”Dialah (Allah) yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)” (QS 10:5) ”Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar dalam garis edarnya” (QS 21:33).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.”(QS 32:5) Berdasar ayat-ayat tersebut diatas, terutama ayat yang terakhir (QS 32:5).

dapat disimpulkan bahwa :
Jarak yang dicapai Sang urusan selama satu hari sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan, C . t = 12000 . L
dimana :
C = kecepatan Sang urusan
t = waktu selama satu hari
L = panjang rute edar bulan selama satu bulanBerbagai sistem kalender telah diuji, namun “Sistem kalender bulan sidereal” menghasilkan nilai C yang persis sama dengan nilai C yang sudah diketahui melalui pengukuran

Ada dua macam sistem kalender bulan:

  • Sisyem sinodik, didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi. (1 hari = 24 jam 1 bulan = 29.53059 hari)
  • Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.

Sebuah catatan tentang kecepatan bulan (v) Ada dua tipe kecepatan bulan :
1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan rumus berikut:
ve = 2 . p . R / T dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam Jadi ve = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam = 3682.07 km/jam
2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta.
Yang ini yang akan diperlukan. Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan yang pertama dengan cosinus a, sehingga: v = Ve * Cos a Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal a = 26.92848oJadi:C . t = 12000 . L (dimana L = v . T)
C . t = 12000 . v . T (dimana v = ve . Cos a)
C . t = 12000 . ( ve . Cos a ) . T
C = 12000 . ve . Cos a . T / t
kita substitusikan (dimana ve = 3682.07 km/jam, a = 26.92848o T = 655.71986 jam, t = 86164.0906 det)

C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 det
C = 299792.5 km/det

Bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan dengan nilai C (kecepatan cahaya) yang sudah diketahui !

Nilai C hasil perhitungan C berdasarkan Al Qur’an = 299792.5 Km/det

Nilai C hasil pengukuran adalah

• US National Bureau of Standards C = 299792.4574 + 0.0011 km/det
• The British National Physical Laboratory C = 299792.4590 + 0.0008 km/det
• Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik”.

Kesimpulan (dari Artikel Prof Elnaby)

“Perhitungan ini kebenaran Al Qur’an sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah Sang pencipta alam semesta.”

catatan : kesimpulan  saya edit tanpa mengurangi isi tulisan aslinya.

Referensi: Elnaby, M.H., 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM

Fix, John D., 1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby-Year Book, Inc., St Louis, Missouri

The Holy Quran online, http://islam.org/mosque/quran.htm


Responses

  1. wah kok kebalik?
    harusnya pernyataannya:
    ternyata konstanta C yang selama ini diketahui itu benar karena sama dengan hitungan dalam alquran..

    jadi alquran yang lebih mulia..

  2. terima kasih. memang pada tulisan kesimpulan tersebut terbalik faktanya..karena saya hanya mengutip saja.
    terima kasih atas koreksinya.

  3. Thanks, saya pernah dapat artikel semacam ini tetapi entah ada di mana, jadi senang mendapatkannya kembali.
    Di QS 70:4, Allah juga berfirman:
    “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”
    Mungkin kalau kita bisa menghitung maksud 50,000 tahun di atas itu, kita bisa tahu malaikat yang mana yang dimaksud selain Jibril ya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: