Oleh: fayday | Februari 6, 2008

Demi Masa — Putaran Roda Kehidupan Kita

Secara tidak sengaja saya jadi teringat lagu Raihan “Demi Masa”. Lagu yang sangat indah syairnya, dan mengingatkan kepada kita pentingnya waktu. Hanya waktulah yang tidak dapat dirubah atau dihentikan, dan saya jadi mengerti kenapa waktu menjadi referensi Einstein untuk membahas ilmu Fisika yang njlimet dan membingungkan.

Tentu semua tahu lagu Raihan -Demi Masa- tersebut,
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran

Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)

Ah..pikiran saya jadi menerawang merenungi nasib saya minggu ini, sabtu-minggu masuk untuk bekerja — prepare CEO Visit — sementara istri saya mengasuh 2 jagoan saya yang sangat aktif dan kebetulan sekarang sedang sakit. Selagi badan lelah, ingin merebah..anakku menangis karena tidak bisa tidur –hidung tersumbat karena dahak dan ingus tidak bisa dikeluarkan–. Sudah hampir seharian istri saya menggendong anak saya yang kecil karena rewel, belum lagi anak pertama saya iri minta gendong juga dan minta perhatian –dengan mengajak ibunya main–.
Istri saya capek mengasuh anak, saya capek bekerja dipabrik dan selalu di-omeli hari ini. Tapi Alhamdulillah, istri tidak ikut2an ngomeli.

Saya jadi ingat rumus roda nasib yang saya buat dan menjadi gurauan saya selama ini. Dan gurauan roda nasib saya tersebut sekarang sedang saya jalani –serasa–.

Roda nasib (yang saya guraukan) adalah

Pk 06.01 ==> jaman kita baru lahir
Pk 07.00 ==> jaman kita masih balita
Pk 08.00 ==> jaman kita SD –kita mulai menikmati bermain
Pk 09.00 ==> jaman kita SMP –kita mulai bisa menikmati bermain dan hidup
Pk 10.00 ==> Jaman kita SMA –awal kenikmatan dunia, pacaran, uang minta, belajar ala kadarnya, hanya main & mikir ebtanas
Pk 11.00 ==> Jaman kita Kuliah –pacaran boleh, bolos kuliah boleh, uang ngandalin kiriman, tapi kebahagiaan dibatasi uang kiriman.
Pk 11.30 ==> Jaman sudah kerja, belum menikah –Wueehhh, saat kita mendekati klimaks nikmat kehidupan.
Pk 12.00 ==> Jaman sudah kerja, sudah menikah, belum punya anak. Lha jaman ini puncak nikmatnya, sudah mencicipi surga dunia, punya uang, tak ada tanggungan.
Pk 13.00 ==> Punya anak — duniawi berkurang nikmatnya, kita mulai repot & sibuk dgn beban hidup.
Pk 14.00 ==> Anak sekolah mulai masuk sekolah — hidup bertambah susah
Pk 15.00 ==> Anak masuk kuliah — wualah..tambah berat apalagi anak tidak hanya satu.
Pk 16.00 ==> Anak lulus kuliah tapi belum dapat kerja.
Pk 16.30 ==> Anak lulus kuliah, sudah dapat kerja, tapi susah jodohnya
Pk 17.00 ==> Anak sudah bekerja, berkeluarga, tapi anak dititipkan ke kita yg udah tua ..he..he..nasib-nasib.
Pk 18.00 ==> Kita tutup usia.

1. Pantaslah Ustadz yang ngajari saya mengaji bilang bahwa surat Al ‘Ashr — Demi Masa adalah surat yang sangat penting kedudukannya untuk kita renungkan.
2. Dan pantaslah bahwa Ridha Allah tergantung pada Ridha orangtua, karena beratnya beban mereka.


Responses

  1. aku sangat suka dengan hal itu yang ku tahu setiap manusia pasti akan mati

  2. subhanalloh
    salam kenal alhamdulillah aku slama ini dpt cobaan skaligus tantangan
    dan Q brharap smua akn brakhir dan suatu saat nti Q dpt balasan yg lebih baik. insya alloh aamiin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: