Oleh: fayday | April 22, 2010

Ke-sederhana-an yang Terabaikan

Kesedihan adalah sesuatu yg membuatmu bahagia dimasa lalu, dan
kamu akan mengingatnya dengan tangis dimasa kini dan nanti….

Kebahagiaan sesuatu yg membuatmu bersedih/menderita waktu lalu, dan
kamu kini akan mengingatnya dg tawa dan kerinduan..(Kahlil Gibran)

Sejauhmana saya pergi, seberapa takjub saya pada negeri seberang, saya akan merindukan saat-saat sederhana, saat leyeh-leyeh, “menyerutup” teh hangat berteman gorengan tahu-isi hidangan istri, melihat anak-anak bergumul dan bertengkar berebut mainan.

Saya tiada menyadari istri telah berlatih membuat teh yang sangat khas dilidah, hingga campuran rasa manis, sepet, dan agak-sedikit-asem seperti candu rokok filter bagi perokok. Semua baru terasa hilang setelah tidak ditemukan rasa teh yang sama walau minum english-breakfast-tea dan earl-grey-tea.

Bukankah kita tak pernah menyadari bahwa kita selalu bernafas hingga saat kita sakit dan kesulitan mendapatkanya..? Saat nafas begitu berharga dan kita sangat takut kehilangannya…
Sesuatu yang selalu kita abaikan walau kita sangat membutuhkan.

Saya juga tak pernah menyadari bahwa justru pertengkaran dan gaduhnya 2-anak lelaki saya justru suatu saat akan membuat saya kangen karenanya. Tangisan, gaduh dan teriakan anak-anak yang membuat pusing di waktu lalu, justru saya rindukan mengisi ketenangan yang sebelumnya selalu saya impikan.

Ketenangan di sabtu & minggu pagi yang selalu saya dambakan untuk memperpanjang waktu tidur saya dipagi hari, selalu terganggu dengan suara gaduh mereka. Tetapi sesuatu yang saya “benci” itu sangat saya rindukan kini.
Kegaduhan itu tak dapat menggantikan merdunya suara Josh Groban atau Jason Mraz dan tidak pula suara itu bisa tertandingi oleh lengkingan bunyi gitar Yngwie Malmsteen dan Joe Satriani yang kudengar malam ini. Teriakan anak saya lebih jos-gandos ditelinga.

Chicken curry, cana masala, lamb curry, mie ramyun, spicy-duck memang bukan tandingan tumis daun pepaya dicampur teri atau pecel buatan istri saya,tapi masakan itu tak menghapus kangen saya pada masakan istri. Ini bukan masalah enak dan tidak enak, tapi lebih pada cocok dan tidaknya masakan dilidah saya.

Ah..gombal…mungkin itu komentar orang…tapi saya bisa menjelaskan..
Seperti halnya jika anda ditanya kok bisa suka sama “dia” yang biasa saja..?
Saya yakin anda pun tidak bisa menjawab pada yang bertanya karena itu masalah cinta dan juga kecocokan dua insan manusia.

Sederhananya mereka yang bertanya “tak menemukan” keistimewaan kekasih anda, yang memang “hanya anda-lah” yang ditadirkan Allah untuk mengetahuinya.


Responses

  1. Postingan bagus…mengajak kita untuk menjadi peka.
    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/22/info-dari-kawan-broloe-mau-blog-loe-kebanjiran-pengunjung-kaga/

  2. bagus sekali…

  3. aku kangen mereka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: